Rabu, 08 Agustus 2012

Sumber: www.suaramerdeka.com 

Psikolog dapat mengetahui sisi psikologis kliennya, salah satunya, melalui tindak tutur dan sikap yang mereka perlihatkan secara eksplisit maupun implisit.
Namun, apakah kita dapat mengetahui atau menggolongkan kondisi kejiwaan seseorang melalui status atau komentar yang mereka lontarkan pada situs jejaring sosial facebook? Jawabannya bisa. Jawaban ini didasarkan pada penelitian yang telah dilakukan oleh tim peneliti ilmiah SMA Negeri 2 Pati yang dilakukan pada bulan Juli lalu.

Dari apa yang telah mereka lakukan dapat diambil beberapa indikasi yang mengarah pada penggolongan kejiwaan seseorang. Ada orang yang berciri viscretonia, cenderung memiliki kebutuhan yang berlebih dan suka hiburan. Cerebrotonia juga termasuk sifat yang sempat terendus pada beberapa pemilik akun di facebook. Orang yang masuk golongan ini biasanya kurang percaya diri. Somatonia, afektif, paranoid, sanguinis, melankolis, adalah beberapa sifat yang lain yang dapat terlihat secara nyata hanya dengan melihat kecenderungan status dan komentar yang mereka lontarkan.

Pada realitasnya, kecenderungan-kecenderungan yang didasarkan pada perilaku mereka di facebook dapat dijadikan semacam acuan atau pegangan awal bagi para praktisi kejiwaan maupun guru bimbingan dan konseling. Setelah kondisi awal ini mereka dapatkan, maka tidak menjadi sebuah kemuskilan jika para praktisi maupun guru BK ini dapat dengan cepat dan akurat menggolongkan dan merumuskan solusi dari permasalahan yang ada.

Guru BK sebagai tulang punggung solusi permasalahan siswa di sekolah dapat memanfaatkan rabaan sementara ini sebagai dasar bagi program kerjanya. Dapat pula ia melakukan sebuah tindakan pencegahan jikalau ada indikasi yang mengarah pada salah satu jenis kondisi kejiwaan. Bahkan, dapat pula dilakukan bimbingan konseling secara langsung melalui facebook dengan memanfaatkan fasilias chatting-nya.
Di samping praktis, hemat tempat dan waktu, model bimbingan seperti ini terasa lebih privat dikarenakan ketertutupan informasi yang dapat diakses oleh orang lain.

Akhirnya, dapatkah facebook dimanfaatkan sebagai alat bantu bimbingan konseling? Jawabannya teserah kepada para guru BK, apakah mereka akan memaanfaatkan celah teknologi ini ataukah hanya membiarkannya berlalu begitu saja.

- Yoyok Dwi Prastyo, pendidik di SMA Negeri 2 Pati

0 komentar:

Anda Pengunjung Ke:

Komentar Anda

Pengikut

Popular Posts

Chatting, Yuks!!!