Rabu, 19 Februari 2014

Mengapa Si Penjudi Masuk Surga Sedangkan Si Sufi Masuk Neraka?



Pada buku terbitan Narasi ini Anda akan diajak untuk menyusuri aras demi aras spiritual oleh Kyai Sandal Jepit, Sang Mentor Spiritual. Bahasa buku ini tentu saja dibuat sesederhana mungkin untuk semakin membuat mudah dan menghindarkan diri dari unsur njlimet.

Insya Allah, jika tak ada aral dan disetujui oleh penerbit, kisah perjalanan Kyai Sandal Jepit akan dilanjutkan dalam sebuah sekuel yang berjudul Kecerdasan Sang Idiot. Di sekuelnya ini perjalanan Kyai Sandal Jepit bukan hanya terjadi di bumi Indonesia, tetapi juga di negeri menara, Prancis.

Dan, mohon doanya, insya Allah lagi, prekuel dari buku tersebut juga akan dibuat. Apabila dalam buku di atas yang menjadi tokoh sentral adalah Kyai Sandal Jepit, maka pada prekuelnya akan diketengahkan tentang perjalanan spiritual Kyai Sandal Jepit ketika masih muda di bawah bimbingan sang guru, Ki Gemblung Stupidito

Jumat, 28 Desember 2012

GURU MONYET




Ini adalah buku terbaru saya yang terbit November 2012. Bagi Anda yang berminat, bisa menghubungi saya via blog ini.

Rabu, 08 Agustus 2012

Facebook, Sebuah Alat Bantu Bimbingan Konseling

Sumber: www.suaramerdeka.com 

Psikolog dapat mengetahui sisi psikologis kliennya, salah satunya, melalui tindak tutur dan sikap yang mereka perlihatkan secara eksplisit maupun implisit.
Namun, apakah kita dapat mengetahui atau menggolongkan kondisi kejiwaan seseorang melalui status atau komentar yang mereka lontarkan pada situs jejaring sosial facebook? Jawabannya bisa. Jawaban ini didasarkan pada penelitian yang telah dilakukan oleh tim peneliti ilmiah SMA Negeri 2 Pati yang dilakukan pada bulan Juli lalu.

Selasa, 03 Juli 2012

Dengan Menulis, Wawasan dan Pengetahuan Guru Bertambah

Sumber: www.suaramerdeka.com

Guru, dalam dunia pendidikan, memegang peranan sentral. Ia menjadi ujung tombak pendidikan. Peranannya tidak hanya sebatas sebagai pengajar yang membagikan ilmu pengetahuan, melainkan juga sebagai pendidik yang turut serta dalam memuliakan hati dan sifat anak didiknya.
Di samping itu, guru juga harus dapat memotivasi, memberikan contoh atau tauladan, baik dalam ekosistim sekolah maupun di masyarakat. Melihat tanggungjawab yang sedemikian besarnya dibebankan kepada guru, maka tak ayal seringkali mereka tak punya waktu lagi untuk mengurusi diri sendiri.
Efeknya, pemandulan dan pemasturbasian ilmu acap kali terjadi. Seringkali pemenuhan kebutuhan ilmu mereka terbentengi dan terbelenggu oleh beban mengajar atau mendidik.

Senin, 25 Juni 2012

Belajar dengan Facebook, Mungkinkah

sumber: www.suaramerdeka.com

Kita sudah mahfum, saat ini facebook masih dianggap sebagai juaranya situs jejaring sosial. Keberadaannya menggeser pola komunikasi konvensional dan kemunculannya menimbulkan banyak kontroversi.
Mulai dari status halal haram, penculikan, arena perselingkuhan, tempat transaksi organ tubuh, pornografi, penyebab kemalasan, kecanduan status, dan lain sebagainya. Tak pelak, blow up media terhadap sisi negatif facebook membuat situs ini menjadi salah satu situs yang mendapat lampu kuning, bahkan merah, dari para orang tua.

Kita semua paham, bahwa segala hal di dunia ini memiliki dua sisi, begitupun facebook, ada sisi baik dan ada juga yang kurang baik. Sebagai pendidik, maka sudah sewajibnya jika kita mencoba untuk secara imbang menyampaikan hal ini.
Senyatanya, banyak sisi positif yang dapat kita gali dari facebook. Di antaranya, sebagai hiburan, media menemukan teman lama, media berbagi cerita, media menyalurkan aspirasi, sarana dakwah, dan dapat juga sebagai media belajar.

Media PembelajaranUntuk membuat facebook menjadi sebuah media pembelajaran, kita dapat memanfaatkan menu group yang sudah ada secara default pada laman facebook kita. Beberapa contoh group yang keberadaannya dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran adalah grup bahasa Perancis yang jumlah anggotanya sudah mencapai angka tujuh ratusan.
Selain itu ada juga grup English speaking community yang dari namanya saja sudah dapat diketahui, bahwa grup ini diperuntukkan bagi orang yang ingin mahir berbicara memakai bahasa Inggris. Ada juga grup basa Jawa, yang mencoba nguri-uri budaya Jawa melalui bahasa. Grup sosiologi, grup bahasa Arab, grup matematika, dan berbagai grup sejenis dapat juga diketemukan pada facebook.
Pada grup-grup ini biasanya kita dapat menemukan adanya materi, interaksi langsung antar anggota, pertanyaan, usulan, kesulitan yang dihadapi dalam pembelajaran, dan lain sebagainya. Dari sini dapat diketahui, bahwa facebook dapat dijadikan alternatif bagi pembelajaran di era yang serba digital ini.
Hal ini selaras dengan hasil penelitian tim peneliti ilmiah SMA Negeri 2 Pati yang dilakukan pada medio Juli lalu, yang menunjukkan, bahwa facebook efektif untuk dijadikan sebagai media pembelajaran dikarenakan sifatnya yang menyenangkan, menarik, melatih bertanggung jawab, dan selalu up to date dan terupgrade secara cepat.
Jadi, ayo gunakan facebook secara positif dengan memanfaatkan peranannya sebagai media pembelajaran!

- Yoyok Dwi Prastyo, pendidik di SMA Negeri 2 Pati.

Rabu, 20 Juni 2012

NGILANGAKE TOMBOL TURN OFF/SHUT DOWN

sumber: panjebarsemangat.co.id




Artikel aiti kang kaanggit dening Yoyok Dwi Prastyo iki kapacak ana ing majalah Panjebar Semangat no. 19 tanggal 12 Mei 2012. Kapacaking artikel aiti ana ing blog iki minangka tanggel jawab tumpraping bapa biyung saha para dwija ingkang sampun paring pitedhah. Mugi andadosaken kasaenan.


NGILANGAKE TOMBOL TURN OFF/SHUT DOWN
Tumpraping wong jail, apa bae bisa dadi gawe, tuladhane komputer. Ana sawijining program ing komputer kang bisa diupakara supaya ngasilake sawijining kondisi kang nyalawadi. Program iku arane registry. Registry ing donyaning perkomputeran bisa dianggep kadya jantung utawa ati. Dadi, yen ta nganti registry ing komputer iku ora beres, sakabehing system ing komputer uga melu ora beres. Mula, tumpraping user utawa wong kang migunakake komputer, bab iki kudu luwih digatekake. Nah, ana ing kene bakal dak aturake salah sawijining cara ngupakara utawa gawe jail ing komputer. Kang bakal dak aturake ing kene yaiku gawe ilang menu shut down/turn off ing komputer. Ora kok ana niat ala ing ati nalika ngaturake bab iki, mung niate ati supaya kabeh sutresna PS mangerteni yen ta registry iku pancen program kang banget wigatine. Dadi ya kudu banget ngati-atine.  

Kamis, 11 Agustus 2011

A Lei maen aer

He he he, untung aja file ini belum sempet kehapus, jadi bisa dibagi ama temen-temen.

Selasa, 12 Juli 2011

Marhaban Yaa Ramadhan


Waktu kayaknya cepet banget geraknya. Kayaknya baru kemaren aja kita ketemu ama Ramadhan en Syawal, eh, kok tiba-tiba sekarang Ramadhan muncul lagi. Bener-bener kita diberkahi Allah ama umur en kesempatan yang luas, sehingga bisa ngelewatin lagi Ramadhan di taon ini. Semoga Ramadhan taon ini kita bisa ngecewain iblis, setan, en sohib-sohibnya dengan iman en ibadah kita. Semoga derajat orang-orang bertakwa disematin ama Allah ke dalam diri kita.

Udah siap nyambut Ramadhan?
Yuks!!!!

Sabtu, 15 Agustus 2009

JOYEUX ANNIVERSAIRE MON CHER PAYS!

Proclamation de l'indépendance de l'Indonésie

La proclamation de l'indépendance de l'Indonésie, en indonésien Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, a été lue à 10 h du matin, le vendredi 17 août 1945. Cette déclaration marqua le début d'une lutte diplomatique et d'un conflit armé avec les Pays-Bas, pays colonisateur, qui ne reconnut qu'en 1949 l'indépendance de l'Indonésie, que les Indonésiens appellent Revolusi. Elle fut signée par Soekarno et Mohammad Hatta. Le brouillon fut préparé dans la nuit du 16 août 1945.





Traduction:
PROCLAMATION
Nous, le peuple indonésien, déclarons par la présente l'indépendance de l'Indonésie.
Les questions concernant le transfert du pouvoir, etc., seront traités de manière consciencieuse et aussi vite que possible.
Jakarta, 17e jour du 8e mois, année 05[1].
Au nom de la nation de l'Indonésie.
<> Soekarno - Hatta

source: http://fr.wikipedia.org/wiki/Proclamation_de_l'indépendance_de_l'Indonésie

Selasa, 11 Agustus 2009

Franck Ribery: Islam Sumber Kekuatan Saya

Franck Ribéry (kiri) bersama Hamit Altintop di Arab Saudi pada tahun 2009 iniISLAM AGAMAKU -Franck Ribery dikenal sebagai pribadi yang santun, rendah hati, dan rajin melaksanakan shalat lima waktu, di mana pun dan pada kondisi apa pun.Bagi penggemar sepak bola dunia, tentu sudah tak asing dengan nama Franck Ribery, gelandang serang asal Prancis yang kini bermain di klub raksasa Bundesliga (Jerman), Bayern Muenchen.Begitu juga, dengan mantan pemain terbaik dunia asal Prancis, Zinedine Zidane, Nicholas Anelka (Chelsea/Prancis), Frederik Kanoute (Sevilla/Mali), Khalid Bouhlahrouz (Sevilla), Zlatan Ibrahimovic (Inter Milan/Swedia), Eric Abidal (Barcelona/Prancis), Kolo Toure (Chelsea), dan Yaya Toure (Barcelona). Mereka adalah pemain sepak bola yang beragama Islam dan menjadi andalan klub maupun negaranya masing-masing.Berbeda dengan pesepakbola Muslim lainnya, yang lebih dulu memeluk Islam, Franck Ribery justru memeluk Islam setelah bermain di klub asal Turki, Galatasaray, pada 2005. Secara singkat, Ribery mengatakan, dia memilih ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW ini karena menemukan kedamaian dalam Islam.Baginya, Islam adalah sumber kekuatan dan keselamatan. "Islam adalah sumber kekuatan saya di dalam dan di luar lapangan sepak bola. Saya mengalami kehidupan yang cukup keras dan saya harus menemukan sesuatu yang membawa saya pada keselamatan dan saya menemukan Islam," kata Ribery.BERDOAPesepakbola bermata biru yang memperkuat tim Prancis itu memulai karier sepak bolanya, dengan bergabung dengan tim Boulogne di tanah kelahirannya. Kemudian, ia pindah ke tim Ales, Brest and FC Metz.Kepindahannya ke Olympique Marseille membawanya ke posisi pertama bintang sepak bola Prancis paling populer pada bulan Agustus, Oktober, dan November 2005. Ribery terpilih untuk memperkuat tim Prancis pada Piala Dunia FIFA tahun 2006 yang digelar di Jerman.Pada 2006 itulah, jati diri Ribery yang telah menjadi mualaf dan memeluk agama Islam terkuak dan menjadi pemberitaan di tengah pertandingan pembukaan antara tim Prancis melawan tim Swiss saat acara Piala Dunia 2006.Ketika itu, Ribery tersorot publik tengah menengadahkan tangan sebelum pertandingan dimulai. Ribery tengah berdoa, seperti yang dilakukan seorang Muslim. Saat itulah, banyak orang terkaget-kaget dengan sikapnya. Namun, berkat kecemerlangannya dalam bermain bola, publik pun tak menghiraukan perilaku dan kebiasaan Ribery.Namun, rutinitas berdoa sebelum pertandingan itu akhirnya terkuak juga. Dan, Ribery mengaku sebagai penganut Islam. Ia menemukan kedamaian dalam agama Islam dan menjadi spiritnya dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, tak terkecuali saat bermain bola.Kabar Ribery masuk Islam, menyeruak sejak awal tahun 2006. Kabar itu mula-mula dilansir L'Express. Majalah ini menyebut adanya pemain nasional Prancis yang secara teratur beribadah di masjid di selatan Marseille. Mingguan itu tidak menyebut nama secara eksplisit, namun yang dimaksud adalah Ribery.Kendati aksi berdoanya di lapangan hijau telah menarik perhatian publik Prancis, Ribery tetap enggan mengemukakan keyakinan barunya itu secara terbuka. Gelandang kanan klub Olympique Marseille ini mengatakan, keimanan barunya adalah perkara pribadi, tak perlu publikasi.Alhasil, sejumlah spekulasi pun bermunculan. Ada yang menyebut perubahan itu terjadi sejak Ribery bermain bersama klub Galatasaray pada 2005. Ia membantu klub raksasa Turki tersebut memenangi Piala Turki pada tahun 2005. Semasa menetap di Turki, pemain kelahiran Boulogne-sur-Mer, Prancis, 7 April 1983, ini dikabarkan kerap berbaur dan berdiskusi dengan komunitas Muslim di sana.

Franck Ribery dan istrinya WahibaAda pula yang menyebut istri Ribery, Wahiba Belhami, yang asli Maroko itu memainkan peran penting terhadap perubahan Ribery. Ribery memang setahun tinggal di negara berpenduduk mayoritas Muslim itu. Di sana, Ribery berkenalan dengan Wahiba yang kemudian ia peristri. Konon Wahiba berperan besar menuntun Ribery mengenal ajaran Islam. Dari pernikahan tersebut, Wahiba memberinya dua anak, Hizsya dan Shahinez.Kedua versi itu tak pernah dibantah atau dibenarkan oleh Ribery. Namun, kepada majalah Paris Match, ia mengungkapkan, Islam telah membawanya pada keselamatan."Islam juga yang menjadi sumber kekuatan saya di dalam maupun di luar lapangan," ujar Ribery kepada majalah Match tanpa menjelaskan sejak kapan memeluk Islam. Ia menambahkan, "Saya menjalani karier yang berat. Saya kemudian berketetapan hati untuk menemukan kedamaian. Akhirnya, saya menemukan Islam." Tak pernah tinggalkan shalatKeimanan dan kepribadian Ribery sebagai seorang Muslim tampaknya tak perlu diragukan. Di tengah padatnya jadwal pertandingan, bapak dua anak ini tak pernah lupa dengan kewajibannya sebagai Muslim. Ia senantiasa melaksanakan shalat lima waktu, di mana pun dan dalam kondisi apa pun. Baginya, shalat merupakan tiang agama yang harus ditegakkan.Selain rajin melaksanakan shalat, Ribery juga dikenal sebagai pribadi yang santun dan rendah hati. Islam benar-benar telah mengubah perangainya yang keras dan arogan menjadi seorang pribadi yang santun dan memiliki akhlak mulia.Sifat dan akhlaknya ini tak heran membuat kagum rekan-rekannya di timnas Prancis, FC Bayern Muenchen (tempat ia bermain bola saat ini), maupun kerabatnya.Steve Bradore dari Organisasi Syuhada, yang melayani para mualaf Prancis, telah mengatakan bahwa muslim Prancis merasa bangga sekali dengan Ribery. "Dia adalah sumber kebanggaan kami karena penampilannya yang khas dan kerendahhatiannya," kata Steve, seperti dikutip dari situs Islamonline.net.Saat ini, Ribery membela klub sepak bola Jerman, FC Bayern Muenchen. Di Bayern Muenchen, ia menempati posisi sebagai pemain gelandang. Kontrak Ribery bersama 'FC Hollywood'--julukan Bayern Muenchen--akan berakhir pada 2011.Ribery termasuk pesepakbola sukses. Di usianya yang baru 26 tahun, dia sudah mengoleksi berbagai gelar. Antara lain, satu gelar Fortis Piala Turki bersama Galatasaray di musim 2004/2005, Piala Intertoto bersama Olympique Marseille di tahun 2005, Piala Liga Jerman bersama Bayern Muenchen di tahun 2007, Piala Jerman dan Bundesliga Jerman di tahun 2008. Selain itu, penghargaan Pemain Terbaik Prancis di tahun 2007 dan 2008, juga pesepak bola Jerman terbaik di tahun 2008.Franck Ribery yang lahir di Boulogne-sur-Mer, Perancis, 7 April 1983memiliki tinggi badan 175 cm. Sebelum bermain di FC Bayern Muenchen, Jerman, pemain yang beroperasi sebagai gelandang serang ini berkarir di klub US Boulogne (2001-2002), Olympique Ales (2002-2003), Stade Brestois 29 (2003-2004), FC Metz (2004), Galatasaray (2005), dan Olympique Marseille (2005-2007).Raja BavariaDi lapangan, ia hebat. Dalam kehidupan sosial, ia berkepribadian hangat. Sebagai individu, ia pun rajin salat. Franck Ribery adalah figur kesayangan publik Allianz Arena saat ini.Bayern Munich selalu dihuni pemain berlabel bintang, tapi yang paling menonjol tergantung waktu dan kesempatan. Duet striker Miroslav Klose dan Luca Toni boleh menyita perhatian lewat produktivitas golnya, tapi Ribery amat menonjol dalam hal kreasi permainan di lapangan tengah.Tidak salah Bayern memecahkan rekor transfernya untuk memboyong pria berusia 26 tahun itu. Faktanya, dalam tujuh bulan sejak bergabung dengan Bayern Muenchen, Ribery sudah berhasil menancapkan pengaruhnya, baik di klubnya maupun Bundesliga.Pemain seharga 26 juta euro makin disenangi orang karena pembawaannya yang menyenangkan dan sikapnya selalu profesional. Di saat cuaca dingin bulan Februari masih mengakrabi Munich dan ia tengah berkutat dengan cedera kaki, Ribery tidak malas untuk tetap menghangatkan tubuhnya dengan muncul di kamp latihan.Ia juga tak pernah menolak fans yang menginginkan tanda tangannya ataupun berfoto bersama, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Dan, itu senantiasa ia lakukan dengan senyum mengembang di bibirnya."Mereka mungkin tak pernah melihat seorang pemain, seperti saya yang senang tertawa dan biasa berkelakar," seloroh Ribery. "Saya ini orang yang sederhana dan simpel saja."Di koridor berbagai fasilitas kamp latihan Bayern, lelaki Prancis ini selalu menyapa orang-orang. "Saya ingin menjadi teman (siapa pun)," ujarnya sambil tersenyum, seperti dikutip AFP. "Dua menit untuk berfoto dan memberi tanda tangan buat fans amatlah penting karena buat mereka hal-hal ini sangat berarti."Senyum, tawa, dan sikap yang ramah untuk sementara menjadi "andalan" Ribery dalam berkomunikasi dengan penggemarnya, sebelum ia bisa menyempurnakannya dengan bahasa Jerman. Ia masih belum fasih, tapi setiap minggu rajin mengikuti kursus.Ribery juga merasa bersyukur dirinya telah berhasil dalam kariernya, mengingat di masa kecil ia harus menjalani kehidupan yang sulit bersama keluarganya di daerah Boulogne-sur-Mer.Namun, ia pun menyadari kesuksesan bukanlah sesuatu yang abadi. Roda nasib dalam kehidupan selalu berputar. "Atas semua yang telah saya alami, saya menyikapinya dengan tenang, tapi saya pun sadar pada semua nasib yang saya miliki."Yang jelas, Ribery telah menjadi sosok istimewa buat warga Munich. Jangan heran kalau di depan Theatinerkirche, yang ada di pusat kota tersebut, terpampang billboard raksasa bergambarkan Ribery memakai jubah raja, disertai tulisan "Bayern Hat Wieder Einen Konig" alias "Bavaria punya raja lagi". Bavaria adalah julukan lain dari Bayern Muenchen selain FC Hollywood.Lelaki yang di wajahnya ada bekas luka karena kecelakaan mobil yang dialaminya waktu kecil itu, sudah dianggap sangat penting untuk FC Hollywood. Di sebuah surat kabar, ada sebuah komentar berbunyi: "Bayern Munich tanpa Ribery seperti sekelompok anak-anak tanpa ibu."Beberapa Pesepakbola Muslim- Zinedine Yazid Zidane- Kolo & Yaya Toure (Arsenal & Barcelona)- Robin Van Persie (Arsenal)- Nicholas Anelka (Bolton)- Mohammed 'Momo' Sissoko (Liverpool)- Ahmed 'Mido' Hossam (Boro)- Hossam Ghaly (Totteham Hotspurs)- Franck Riberry (Bayern Muenchen)- Hamit & Halil Antiltop (Bayern Muenchen & Shalke 04)- Frederik Kanoute (Sevilla)- Mahamaddou Diarra (Real Madrid)- Eric Abidal (Barcelona)- Nuri Sahin (Feyenoord Rotterdam)- Sulley Ali Muntari (Pompey)- Zlatan Ibrahimovic (Inter Milan)- Hassan "Brazzo" Salihamidzic (Juventus)- Khalid Boulahrouz (Sevilla)- Salomon Kalou (Chelsea)- El-Hadji Diouf (Bolton)- Diomanssy Kamara (Fulham)- Mohammed Kallon (Al-Ittihad ext. Inter & Monaco)- Thiery Henry (Barcelona/Prancis)- Lilian Thuram (Perancis)- Lassana Diarra (Real Madrid)- Karim Benzema (Lyon/Perancis)- Samir Nasri (Arsenal)- Hatem Ben Arfa (Lyon)Pelatih Sepak Bola Muslim- Bruno Metsu (mantan pelatih Senegal)- Phillipe 'Omar' Trousier (mantan pelatih Jepang).

source: http://badrislam.blogspot.com/2009/05/franck-ribery-islam-sumber-kekuatan.html

France Radios

Recette du jour